Tampilkan postingan dengan label Berita Luar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Luar. Tampilkan semua postingan

Seorang Ibu Tega Memakan Anaknya Sendiri


Seorang ibu di Thailand tega memakan kedua anaknya hingga tewas. Peristiwa itu terungkap saat si ibu yang tinggal di Distrik Mae Ai itu ditemukan tertidur dengan beberapa bagian tubuh milik anaknya.

Menurut laporan dari tetangga dan saksi mata, wanita yang tidak disebutkan namanya itu memasak dua anak laki-lakinya yang masing-masing berusia lima dan satu tahun. Si ibu kemudian memakan potongan tubuh kedua anaknya tersebut.

Saat ini polisi masih belum bisa menyatakan bahwa sang ibu melakukan aksi kanibalisme. Sebab, wanita yang mengalami gangguan jiwa itu tidak menjawab sepatah kata pun saat diinterogasi.

Suami dari wanita tersebut mengaku tidak menyangka jika semuanya dapat terjadi seperti ini. Saat kejadian berlangsung, dia sedang pergi keluar kota. Sang suami yakin bahwa istrinya dalam keadaan baik-baik saja. Dia pun berjanji akan kembali membawanya berobat. Namun, saat dia meninggalkan rumah, istrinya malah tega membunuh kedua anak kandungnya sendiri.

"Saat itu, aku ada tugas keluar kota selama dua hari. Aku sudah berjanji kepada istriku untuk membawanya berobat. Tapi, tak disangka semua ini bisa terjadi," ungkap pria tersebut, seperti dikutip dari Bangkok Post
More ...

Tantowi/Liliyana Melaju Semifinal

Indonesia mengunci satu tiket di semifinal bulutangkis nomor ganda campuran, setelah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sukses menyingkirkan pasangan Jerman, Michael Fuchs/Birgit Michels, di babak perempatfinal.

Dalam laga yang dihelat di Wembley Arena, Rabu (1/8/2012) sore WIB, Tontowi/Liliyana menang cukup mudah dua set langsung, 21-15 dan 21-9, dalam waktu 31 menit.

Di set pertama Tontowi/Liliyana sempat kesulitan meladeni perlanawan Fuchs/Michels di mana pasangan Eropa itu selalu berusaha memangkas ketertinggalan. Bahkan ketika Tantowi/Liliyana mendapatkan match point (20-13), Fuchs/Michels masih bisa memangkas dua poin sebelum akhirnya kalah 15-21.

Masuk di set kedua laga berjalan kurang seimbang dan Tantowi/Liliyanan terus meningggalkan Fuchs/Michels hingga akhirnya pukulan menyilang Liliyana memastikan kemenangan 21-9 dalam waktu 13 menit.

Di babak semifinal nanti, pasangan yang akrab disapa Owi/Butet itu akan menghadapi pemenang partai Robert Mateusiak/Nadiezda Zieba (Polandia) melawan Xu Chen/Ma Jin (China).
More ...

Teves Harus Pergi Saat RVP Datang

Roberto mancini masih gerah sebab belum ada satupun pemain baru yang datang ke klubnya. padahal usai melakukan tur pra-musim di malaysia, mancini menyebutkan, bahwa klubnya memerlukan empat pemain baru.

salah satu yang jadi incaran mancini adalah robin van persie ( rvp ). striker asal belanda ini adalah buruan utama banyak klub terhitung city usai rvp mengumumkan tidak memperpanjang kontraknya di arsenal.

manchester city barangkali mendatangkan rvp mengingat mereka adalah klub kaya, namun permasalahannya adalah bakal menumpuknya striker yang dapat jadi masalah baru, mengingat ego para pemain-pemainnya. layaknya, sergio aguero, edin dzeko dan pastilah carlos tevez dan mario balotelli yang mempunyai sikap kontroversial.

legenda city yang juga mantan direktur biasanya dennis tueart menyebutkan city mesti menjual carlos tevez akan memberikan ruang untuk van persie.

dari pengamatan saya manchester city perlu pemain yang dapat menyeimbangkan tim dengan dua striker, mesti ada yang menerima seorang striker layaknya aguerro. aguerro bermain fantastis di musim pertamanya, dan saya tidak lihat perihal itu pada tevez musim lalu, terlebih soal temperamennya, tutur dennis tueart, dilansir dari soccernet. com ( 31/7 ).

dennis tueart juga menambahkan, bahwa manchester city adalah memerlukan seorang gelandang sedang untuk menyeimbangkan permainan timnya. ia menyebut daniel de rossi adalah pilihan yang cocok.
More ...

Keunikan Berpuasa Ramadhan di Amerika

Suasana Ramadan sama sekali tidak terasa di Dearborn, Michigan, di mana terdapat komunitas besar Muslim. Abbas Ammar, pengelola Restauran Al-Ameer, tetap membuka rumah makannya seperti biasa. Pelanggan restaurannya yang kebanyakan non-Muslim membuatnya sibuk bekerja seperti pada bulan-bulan lainnya.

“Enam puluh persen pelanggan Al-Ameer adalah non-Muslim. Mereka sama sekali tidak terpengaruh oleh Ramadan,” papar Ammar.

Ketika ditanya apakah sulit berpuasa sambil tetap bekerja tanpa tergoda mengudap, ia mengatakan, “Saya berusaha tetap sibuk seperti biasa. Saya tahu ini bulan Ramadan, dan saya berpuasa karena Allah. Jadi mata saya tertuju pada sesuatu yang mendatangkan pahala.”

Apa yang dialami Ammar ini merupakan hal yang umum dirasakan Muslim yang berpuasa di Amerika. Berbagai kesibukan dan kegiatan yang biasa dilakukan mereka sehari-hari tidak berubah sama sekali. Ini menjadikan puasa di Amerika lebih merupakan urusan pribadi.

Namun, di banyak tempat di Amerika, aspek kemasyarakatan Ramadan yang umumnya dilakukan di masjid atau tempat-tempat berkumpul lainnya sangat menonjol di mana buka puasa dilakukan dengan cara potluck, yaitu setiap orang yang datang diharapkan membawa sumbangan makanan untuk dinikmati bersama; budaya yang bagi kebanyakan orang Timur tidak biasa. Tetapi, dengan cara ini kita bisa “keliling dunia” mencicipi beragam hidangan manca negara, karena berbuka dengan orang dari berbagai latar belakang etnis dan bahkan non-Muslim.

Kehadiran warga non-Muslim dalam acara berbuka ini semakin terlihat lazim di Amerika. Ashraf Sufi dan keluarganya yang tinggal di Topeka, Kansas, misalnya, kerap mengundang tetangga-tetangganya yang non-Muslim untuk berbuka bersama. Ia mengatakan bahwa acara berbuka di rumahnya sudah lama menjadi seperti ajang dialog antar agama, karena seringkali kedatangan sekitar 70 orang, termasuk dari kelompok Nasrani, Yahudi, Budha, dan Bahai.

Seiring dengan keunikan tradisi puasa ini, teknologi dunia maya juga berperan besar dalam membantu Muslim menyesuaikan budaya Ramadan dengan irama kehidupan Amerika yang serba cepat. Blog “My Halal Kitchen,” misalnya, membantu para ibu menyiapkan aneka hidangan berbuka secara cepat setiap harimya tanpa membuat dapur berantakan.

Pemesanan makanan halal siap saji melalui internet membantu mereka yang tidak punya waktu untuk masak, khususnya para lajang dan mahasiswa, untuk berbuka atau sahur. Sementara, banyak yang menggunakan berbagai media sosial, seperti Tweeter, untuk saling berhubungan apakah untuk mengajak sahur bersama di restauran yang buka 24 jam atau membahas Al-Qur’an di masjid.

Jadi, budaya Ramadan di Amerika bukan saja unik, tetapi juga khas, karena “diciptakan” oleh mereka yang ingin memenuhi kewajiban sebagai pemeluk agama Islam dan meningkatkan ketakwaan.
More ...